REPORTASENTT.COM, SIKKA- Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis dilaporkan tersesat saat menuruni jalur pendakian Gunung Egon, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (11/4) sore.
Kejadian ini sempat membuat geger warga setempat sebelum akhirnya berakhir lega dengan ditemukannya pendaki dalam kondisi selamat.
Informasi awal mengenai hilangnya pendaki diterima sekitar pukul 18.00 WITA.
Baca Juga: Keheningan Total di Labuan Bajo: Ada Apa pada 18 April 2025?
Pendaki tersebut diketahui mendaki tanpa menggunakan jasa pemandu lokal dan kehilangan arah saat hendak turun dari puncak Gunung Egon.
Setelah laporan diterima, pelapor langsung diarahkan ke Polsek Waigete untuk proses selanjutnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Waigete, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), PGA Egon, serta Badan Geologi, segera melakukan pencarian di sekitar jalur pendakian.
Baca Juga: Raja Trump Main Golf Saat Ekonomi AS Terpuruk: Tidak Relevan atau Tidak Peduli?
Meski pencarian sempat terkendala oleh cuaca buruk dan minimnya pencahayaan, survivor akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi baik.
“Kami bersyukur survivor berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ia tersesat karena tidak menggunakan jasa pemandu lokal dan kebingungan memilih arah turun,” ungkap Anselmus Lamanepa, anggota PGA Egon, melalui akun media sosialnya.
Anselmus menambahkan, insiden ini menjadi pengingat pentingnya penggunaan jasa pemandu lokal demi keselamatan, khususnya bagi wisatawan asing yang belum familiar dengan medan pendakian Gunung Egon.
Baca Juga: Indonesia Siap Evakuasi 1.000 Warga Gaza, Misi Kemanusiaan atau Dilema Diplomatik?
Artikel Terkait
Pendulang Emas Diserang, TNI Sebut Aksi Brutal OPM Langgar HAM Berat
Polresta Mataram Gerebek Sarang Narkoba di Karang Bagu, 41 Orang Diamankan
Gelap Mata karena Hal Ini, Pria 64 Tahun Bobol Brankas Adik Iparnya Sendiri
Bunda Julie Sutrisno Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Lamahala Jaya
"Raja" Trump Main Golf Saat Ekonomi AS Terpuruk: Tidak Relevan atau Tidak Peduli?
Keheningan Total di Labuan Bajo: Ada Apa pada 18 April 2025?