Dermaga Waekelambu Labuan Bajo Rusak Parah Dihantam Kapal, Netizen Soroti Hal Ini!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 7 Mei 2025 | 17:48 WIB
Inilah kondisi Dermaga Multipurpose Waekelambu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan parah setelah ditabrak kapal roro KM Dharma Rucitra VII pada Selasa (6/5) sore. (Foto Facebook )
Inilah kondisi Dermaga Multipurpose Waekelambu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan parah setelah ditabrak kapal roro KM Dharma Rucitra VII pada Selasa (6/5) sore. (Foto Facebook )

 

REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Dermaga Multipurpose Waekelambu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan parah setelah ditabrak kapal roro KM Dharma Rucitra VII pada Selasa (6/5) sore.

Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WITA saat kapal bersiap bersandar di tengah cuaca buruk.

Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kapal menyerempet fender atau karet pelindung dermaga, yang mengakibatkan tembok beton dermaga hancur di beberapa bagian.

Baca Juga: Jelang Konklaf, Pejabat dan Staf Vatikan Ambil Sumpah Kerahasiaan

Meski seluruh 254 penumpang berhasil turun dengan selamat dan tidak ada korban jiwa, insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius soal kualitas infrastruktur pelabuhan.

Akibat kerusakan tersebut, aktivitas sandar kapal roro dialihkan sementara ke Pelabuhan Ende dan Maumere.

KM Dharma Rucitra VII yang dioperasikan oleh PT Dharma Lautan Utama tengah berlayar dari Maumere menuju Surabaya saat kecelakaan terjadi.

Baca Juga: Satgas Gakkum Gagalkan Pengiriman Ilegal Calon PMI di Perbatasan Malaysia

Foto- foto kerusakan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan beton dermaga yang retak, patah, dan runtuh. Warganet pun bereaksi keras.

Beragam komentar nerizen menyoal kualitas dermaga.

Beberapa menyoroti kualitas konstruksi yang dinilai tidak sebanding dengan usia bangunan yang masih di bawah lima tahun.

"Kualitas dermaga kurang bagus," tulis akun Nara Ariyanto.

Baca Juga: Anggota Dewan Pers Dorong Sinergi Lebih Kuat dengan Polri Tangani Isu Pers di Era Digital  

Komentar lain datang dari Patris Tere yang menyebut lemahnya pengawasan proyek menjadi biang kerok utama.

“Kontraktor tidak bisa disalahkan sendirian, tapi pemerintah dan tim pengawas harus diperiksa. Ini bukan baru sekali kejadian seperti ini di NTT,” tulisnya.

Netizen lain, Marselinus Laga, menekankan perlunya kapal pandu untuk membantu kapal sandar di tengah cuaca ekstrem.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X