REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Hunian sementara (huntara) bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, NTT, kembali diterjang bencana pada Selasa (9/12/2025).
Banjir dan longsor melanda area hunian, membuat air bercampur lumpur masuk ke sejumlah kopel tempat tinggal para pengungsi.
Menurut laporan warga, hujan dengan intensitas sangat besar mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan hampir semua kopel di huntara 3 dan 4 terendam.
Baca Juga: Tawuran Pelajar di Terminal Bello Dibubarkan Polisi, Empat Siswa SMAN 6 Kupang Ditahan
Sedikitnya 11 kopel terdampak langsung, membuat lantai kamar basah dan barang-barang terendam lumpur.
Sejumlah warga tidak dapat beristirahat dan terpaksa mengungsi sementara ke kopel lain yang lebih aman.
Di huntara tersebut, terdapat sekitar 87 kepala keluarga dari Desa Klatanlo yang bermukim di zona pengungsian maupun pengungsian mandiri.
Baca Juga: Usai Dilimpahkan ke Jaksa, Polisi Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak di Kupang
Sebagian dari mereka mengalami dampak banjir dan longsor, memperparah kondisi yang sudah sulit sejak erupsi Lewotobi Laki-laki beberapa waktu lalu.
Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri dikenal masih aktif dan sebelumnya memuntahkan abu serta material vulkanik yang meningkatkan resiko lahar hujan saat hujan deras turun.
Pada awal Desember 2025, lembaga pemantau vulkanologi juga mencatat adanya getaran yang mengindikasikan pergerakan banjir lahar dari puncak gunung.
Baca Juga: Tragis di Timor Raya: Penyandang Disabilitas Dipukul dan Dijambret, Tersangka Kini Diserahkan ke Kejaksaan
Badan terkait telah memperingatkan warga untuk mewaspadai potensi banjir lahar, terutama bagi permukiman yang berada di sepanjang daerah aliran sungai berhulu di puncak Lewotobi. Zona huntara termasuk dalam area berisiko.
Sebagai respons jangka panjang, BNPB berjanji membangun 500 unit hunian tetap (huntap) bagi para penyintas erupsi Lewotobi Laki-laki.
Pembangunan permukiman baru bagi para korban sudah dimulai sejak September 2025 oleh pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan instansi terkait.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan, Gubernur NTT Kumpulkan Semua Kepala Balai Bahas Sejumlah Langkah Penting
Namun, hingga kini ribuan warga masih menetap di huntara atau rumah darurat karena pembangunan huntap belum sepenuhnya rampung.
Artikel Terkait
Flores Timur Siap Terima Penghargaan Keterbukaan Informasi, Bupati Siapkan ‘Perbub Setan Transparansi’
BMKG Keluarkan Peringatan, Gubernur NTT Kumpulkan Semua Kepala Balai Bahas Sejumlah Langkah Penting
Tragis di Timor Raya: Penyandang Disabilitas Dipukul dan Dijambret, Tersangka Kini Diserahkan ke Kejaksaan
Usai Dilimpahkan ke Jaksa, Polisi Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak di Kupang
Tawuran Pelajar di Terminal Bello Dibubarkan Polisi, Empat Siswa SMAN 6 Kupang Ditahan