REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Sejumlah pengunjung sebuah cafe di jalan baru belakang asrama Polres Manggarai Barat, terpaksa diimbau agar segera membubarkan diri lantaran sudah larut malam dan memutar musik volume keras.
Petugas melihat aktivitas cafe yang berada di Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat ini masih buka hingga larut malam dan dianggap meresah warga sekitar lokasi pada Sabtu (11/05/2024) dini hari.
Reaksi Tim Pengurai Masa (Raimas) Komodo Satuan Samapta Polres Manggarai Barat untuk menghalau potensi ancaman di wilayah hukumnya begitu cepat.
Baca Juga: Bungkam Kebebasan Pers Tanah Air, DPR Rencanakan Revisi UU Penyiaran
Tindakan petugas tersebut untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, karena tengah malam merupakan jam istirahat warga.
Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, kegiatan ini menindaklanjuti laporan warga.
Dimana, kejadian itu telah berlangsung lama di salah satu cafe yang terletak di jalan baru belakang Polres Mabar, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.
Baca Juga: Bungkam Kebebasan Pers Tanah Air, DPR Rencanakan Revisi UU Penyiaran
"Kami menerima keluhan dari warga melalui media sosial, soal aktivitas live music yang dilakukan oleh pemilik cafe. Warga merasa terganggu lantaran volume musiknya mengganggu jam istirahat," kata Kapolres Mabar pada Sabtu sore.
Menurut Kapolres Mabar, langkah yang diambil dikarenakan sering mendapatkan laporan mengenai adanya suara musik volume keras sehingga mengganggu warga.
"Ini sudah imbauan kedua untuk Cafe tersebut, sebelumnya pernah kami berikan imbauan pada bulan Februari lalu untuk memperhatikan jam operasional. Namun, masih tetap tidak menghiraukan imbau petugas. Jika ke depan masih saja tidak berubah, maka akan kami tindak tegas," ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Jawa Timur Diantara Hutan Bonsai Fatumnasi NTT, Akui Pemandangan Bak Film Mirkwood Forest
Lebih lanjut, Alumni Akpol 2004 itu juga mengimbau agar kehidupan bermasyarakat hendaknya mengutamakan rasa saling menghargai dan menghormati antar sesama.
"Kita harus peka, mana tau disekitar kita ada yang sakit, mempunyai anak bayi, maupun yang sudah istirahat karena sudah cape bekerja dari pagi hingga malam," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jelang WWF 2024, Polda NTB Perketat Akses Menuju Pulau Bali
Gubernur Jawa Timur Diantara Hutan Bonsai Fatumnasi NTT, Akui Pemandangan Bak Film Mirkwood Forest
Hadiri Rakor Samsat, Kepala Ombudsman NTT Sampaikan Komplain dan Hasil Monitoring Layanan
Bungkam Kebebasan Pers Tanah Air, DPR Rencanakan Revisi UU Penyiaran
Buntut Tragedi kecelakaan Bus Siswa di Depok, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Tur Belajar