REPORTASENTT.COM, KUPANG- Aksi unjuk rasa gabungan Cipayung Plus Kota Kupang dan Komunitas Pick Up Kupang di depan Mapolda NTT hingga Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/5/2026), berujung ricuh. Sejumlah anggota kepolisian dan peserta aksi mengalami luka akibat saling dorong dan pelemparan batu saat massa mencoba menerobos gerbang kantor gubernur.
Aksi yang diikuti sekitar 200 peserta itu dimulai pukul 13.00 Wita di depan Mapolda NTT. Massa kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur NTT sambil menyampaikan aspirasi terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pendidikan, buruh, program makan bergizi gratis (MBG), hingga kebijakan operasional kendaraan pick up di NTT.
Situasi memanas ketika massa yang belum mendapat tanggapan dari pemerintah daerah mencoba masuk ke area Kantor Gubernur NTT. Sejumlah peserta aksi mendorong gerbang hingga terjadi kericuhan dan pelemparan batu.
Baca Juga: Kasus Agustina Sabu Beda Menguak Dugaan Permainan Pengawas Naker dan Yayasan Papa Miskin di RS Bukit
Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan kemudian mengambil langkah pengendalian massa sesuai prosedur untuk mencegah situasi berkembang lebih luas.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan personel pengamanan sejak awal memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan tertib.
“Personel Polda NTT dan Polresta Kupang Kota sejak awal mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan ruang kepada massa aksi untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan tertib. Namun situasi berkembang dinamis ketika massa memaksa masuk ke area Kantor Gubernur,” kata Henry.
Baca Juga: Ini Sosok Perwira yang Dipilih Kapolri Jadi Wakapolda NTT Baru
Dalam kericuhan tersebut, dua anggota kepolisian mengalami luka akibat lemparan batu saat bertugas mengamankan aksi.
Bripka Yusuf Marsel Sunbanu dari Samapta Polresta Kupang Kota mengalami luka robek pada pelipis dan mendapat tiga jahitan dari tim medis Biddokes Polda NTT.
Sementara Bripda Lalu Muhammad Radja Maulidhi dari Ditsamapta Polda NTT mengalami luka robek pada bagian pipi kanan.
Selain anggota kepolisian, beberapa peserta aksi juga mengalami luka saat kericuhan berlangsung.
Meski sempat ricuh, aparat kepolisian tetap membuka ruang dialog dengan massa aksi. Pada pukul 19.25 Wita, perwakilan massa diterima berdiskusi bersama Direktur Intelkam Polda NTT yang didampingi Kabid Propam Polda NTT dan Kapolresta Kupang Kota di ruang Bid Humas Polda NTT.
Sekitar pukul 20.00 Wita, dua orang berinisial YN dan DS yang diduga menjadi korban dalam kericuhan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda NTT dan Yanduan Bid Propam Polda NTT.
Baca Juga: Tim Ditresnarkoba Polda NTT Amankan Dua Pemuda di Waioti, Paket Ternyata Berisi Gula Bubuk
Artikel Terkait
Di Hadapan 45 Peserta AKPOL, Kapolda NTT Ungkap Fakta Mengejutkan soal Kelulusan
Apa Tujuan Polda NTT Mengambil DNA 28 Tahanan? Langkah Forensik Ini Dinilai Penting untuk Memburu Pelaku Kejahatan
Oknum Manajemen Kopdit Swasti Sari Larantuka Dilaporkan dalam Dugaan Bocornya Data Anggota
Ini Sosok Perwira yang Dipilih Kapolri Jadi Wakapolda NTT Baru
Kasus Agustina Sabu Beda Menguak Dugaan Permainan Pengawas Naker dan Yayasan Papa Miskin di RS Bukit