REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) RKPD Tahun 2025, pada Rabu (23/4/2025) pukul 10.20 WITA di Aula Gedung OMK Keuskupan Larantuka, Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka.
Acara ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan RKPD Kabupaten Flores Timur Tahun 2026 dengan mengangkat tema "Penguatan Transformasi untuk Peningkatan Produktivitas."
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, membuka langsung kegiatan tersebut dengan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan, serta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Paskah bagi umat Kristiani.
Baca Juga: Festival Exotic Lamaholot di Adonara, Menteri dan 3 Bupati Bersatu Gaungkan NTT ke Dunia Internasional
“Semoga Hari Kebangkitan membawa kita pada kebangkitan dan harapan baru menuju lompatan jauh Flores Timur,” ujar Doni Dihen dalam sambutannya.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa RKPD 2026 merupakan tahun kedua dalam upaya mewujudkan visi besar "Flores Timur Produktif dan Inovatif, Menuju Lewotana yang Maju, Berdaya, dan Berkelanjutan."
Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan krusial yang tengah dihadapi daerah.
Baca Juga: Viral! Perempuan di Adonara Jadi Korban Foto Vulgar Editan, Mantan Pacar Diduga Dalangnya
Menurut data yang dipaparkan, pertumbuhan ekonomi Flores Timur mengalami penurunan dari 3,18 persen pada tahun 2023 menjadi 2,69 persen di tahun 2024.
Angka kemiskinan masih menyentuh 29.740 orang, dengan 2.695 balita mengalami stunting.
Di sektor ketenagakerjaan, meski tingkat pengangguran terbuka menurun dari 3,79 persen menjadi 3,58 persen, produktivitas dinilai masih rendah.
Baca Juga: BGN Perketat Pengawasan MBG Usai Dugaan Keracunan Siswa di Cianjur
“Kita tidak bisa membangun dengan cara yang biasa-biasa saja. Kita butuh semangat dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen pembangunan,” tegasnya.
Dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Flores Timur berada di peringkat 11 dari 22 kabupaten/kota di NTT.
Sementara Indeks Daya Saing Daerah masih tertinggal di angka 2,74, dibandingkan rata-rata provinsi yang telah mencapai 3,26.
Baca Juga: Tertangkap Basah! Dua Nelayan di Sikka Lakukan Praktik Berbahaya Ini
Artikel Terkait
Gunung Ibu di Halmahera Meletus, Erupsi Terekam Seismograf dengan Amplitudo 28 mm
BGN Perketat Pengawasan MBG Usai Dugaan Keracunan Siswa di Cianjur
Mengintip Proses Rahasia Vatikan Setelah Paus Meninggal Dunia
Viral! Perempuan di Adonara Jadi Korban Foto Vulgar Editan, Mantan Pacar Diduga Dalangnya
Festival "Exotic Lamaholot" di Adonara, Menteri dan 3 Bupati Bersatu Gaungkan NTT ke Dunia Internasional