Selain taman, jalur hijau dan properti hias kota juga tak luput dari kerusakan.
Salah satunya, lampion berbentuk naga di kawasan Genteng Kali mengalami robek akibat aktivitas perburuan koin.
DLH kini sedang memperbaiki kerusakan tersebut, termasuk mengganti tanaman dan membersihkan area yang terdampak.
Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser, menuturkan bahwa personelnya telah menginstal aplikasi Koin Jagat untuk memantau lokasi perburuan secara langsung.
"Kami bisa mendahului warga dan segera menghalau aktivitas pencarian," jelasnya.
Baca Juga: Gunung Ibu Erupsi Dahsyat: Kolom Abu 1.500 Meter, Warga Diminta Siaga!
Fikser juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika mengetahui adanya kegiatan perburuan koin yang berpotensi merusak fasum.
Fikser berharap aplikasi Koin Jagat segera diblokir untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan potensi konflik di antara pemburu koin.
"Dari generasi muda hingga orang tua ikut mencari. Jika terus dibiarkan, ada risiko perkelahian karena rebutan," tambahnya.
Baca Juga: Bikin Resah! Dua Pemuda Mabuk di Pinggir Jalan Kupang Diamankan Polisi, Begini Tindak Lanjutnya!
Pemkot Surabaya menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum.
Wali Kota Eri Cahyadi berharap fenomena Koin Jagat tidak lagi terjadi di Surabaya.
"Kami meminta warga menghentikan perburuan ini dan bersama-sama menjaga fasilitas kota demi kenyamanan bersama," tutupnya.
Artikel Terkait
Terungkap! Bhabinkamtibmas di Kupang Gagalkan Penipuan Berkedok Bantuan Seroja, Pelaku Mengaku Petugas Dinsos
Ini Alasan Warga Ujoh Bilang Serahkan Tiga Senjata Api Rakitan ke Satgas Yonzipur 8/SMG
Presiden Prabowo Panggil Kepala Badan GiziNasional, Ada Apa?
Indrajaya Desak Menteri ATR/BPN Tegas Tanggapi Kasus Pagar Laut di Tangerang: Menteri ATR Jangan Lepas Tangan
Komisi II DPR Siap Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Pilkada 2024, Apa Saja Opsi yang Dipertimbangkan?