Ini Sosok Penting di Balik Kunjungan Menteri Fadli Zon ke Exotic Lamaholot di Adonara

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 23 April 2025 | 18:57 WIB
Camat Lambertus Ulin Tokan (Tengah) diapiti oleh para Panitia Exotic Lamaholot 2025. (Foto Reportase NTT)
Camat Lambertus Ulin Tokan (Tengah) diapiti oleh para Panitia Exotic Lamaholot 2025. (Foto Reportase NTT)

Menteri Fadli Zon mengadakan pembukaan acara secara resmi dengan pemukulan gong, dilanjutkan doa pembukaan oleh Pastor Paroki setempat.

Baca Juga: Mengintip Proses Rahasia Vatikan Setelah Paus Meninggal Dunia

Tiga bupati dari Flores Timur, Lembata, dan Alor juga hadir bersama para kepala daerah lainnya.

Berbagai pertunjukan budaya disiapkan untuk menyambut para tamu, mulai dari Tarian Lego-Lego dari Alor, Tarian Baleodari Lembata, hingga kolaborasi seni Flores Timur berupa musik, teater, dan pembacaan puisi.

Tak hanya itu, momen penting lainnya adalah penandatanganan komitmen kerja sama antara tiga bupati dengan Bank NTT dan HIPMI NTT, sebagai bentuk dukungan nyata dalam membangun ekosistem budaya dan investasi di wilayah Lamaholot.

Baca Juga: Kapolres Flotim Pimpin Apel Pelepasan Personil BKO, Ini yang Terungkap Usai Pengamanan Semana Santa!

Simbolisasi dan Pengobatan

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah penyerahan bibit bambu secara simbolis oleh Ketua Umum Yayasan Bambu Indonesia, Prof. Dr. Jatnika Nanggamiharja, sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan yang selaras dengan nilai-nilai budaya Lamaholot.

Sebagai penutup, Menteri Fadli Zon akan dikukuhkan sebagai anggota kehormatan Suku Lamakotan, dalam sebuah prosesi pengobatan adat.

Penobatan ini diiringi tarian adat dan pemakaian mahkota kepala sebagai simbol penerimaan.

Baca Juga: Dosen di Mataram Ditahan Terkait Dugaan Kasus Asusila

Lamaholot: Budaya yang Menyatukan Pulau

Lamaholot dikenal sebagai entitas budaya yang mencakup lima pulau utama: Adonara, Solor, Flores Timur Daratan, Lembata, dan Alor Pantar.

Wilayah ini memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang diwariskan turun-temurun, dengan bahasa Lamaholot sebagai benang merah yang mengikat identitas masyarakatnya.

Dengan perayaan Exotic Lamaholot, masyarakat kembali menegaskan jati diri mereka, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk membangun masa depan berbasis budaya.

Baca Juga: Tertangkap Basah! Dua Nelayan di Sikka Lakukan Praktik Berbahaya Ini

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X