Akibatnya, mereka kesulitan mengakses pendidikan, kesehatan, dan layanan administrasi lainnya.
Baca Juga: Duel Dramatis di Grup B! Persebata dan Persika Promosi ke Liga 3, Persic Tersingkir Meski Menang
“Selama ini kami merasa ditinggalkan. Sekarang, kami malah mau dipindahkan secara paksa. Di mana keadilan?” ujar seorang pemuda dalam aksi.
Dialog Masih Berlangsung, Solusi Belum Tampak
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan warga masih melakukan dialog terbatas dengan anggota DPRD NTT.
Belum ada pernyataan resmi dari Pemda Kupang terkait tindak lanjut tuntutan warga.
Sementara itu, harapan utama warga tetap sama, dilibatkan dalam setiap proses yang menyangkut nasib mereka, serta dihormati sebagai manusia dan masyarakat adat yang memiliki sejarah dan hak atas tanahnya.
Artikel Terkait
Megawati Ungkit Polemik Ijazah Jokowi, Ajak Buktikan Transparansi di Hadapan Rakyat
Tak Cuma Dipenjara, Harta Mantan Menteri Pertanian Ini Terancam Ludes Disita KPK
Kapolres Ende Tekankan Pentingnya Keharmonisan Keluarga bagi Insan Bhayangkara
"MUSIK KEREN” Resmi Diluncurkan Gubernur NTT, Apa Isi dan Dampaknya bagi Rakyat?
RUPS Luar Biasa Bank NTT: Gubernur Kupas Alasan di Balik Direksi Bebas Politik